Langsung ke konten utama

10 Kesalahan Orang Tua Baru Dalam Merawat Bayi

AnakSgm.uno - Setelah menyandang gelar Orang Tua baru sehabis kelahiran si buah hati, tidak hanya rasa senang yang telah tentu Kamu rasakan.

Kamu juga ingin tidak ingin wajib berhadapan dengan hal-hal baru semacam menyusui, bangun tengah malam, mengubah popok sampai berupaya menguasai arti tangisan balita bagaikan bagian dari rutinitas setiap hari.

Walaupun Kamu telah merasa mempersiapkan diri sebaik- baiknya, tetapi hendak senantiasa terdapat sebagian perihal yang terlampaui.

1. Sangat banyak barang

Siapa yang bisa menahan diri dari godaan peralatan balita yang lucu-lucu? Rasanya mau membeli seluruh. Tetapi, sangat banyak benda di dalam boks balita malah bisa berikan stimulasi berlebih serta membuat balita susah tidur.

Apalagi disinyalir jadi faktor Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) kematian tiba-tiba pada balita yang diakibatkan susah bernapas sebab balita dapat saja tertimpa benda yang terdapat di dalam boks.

Perbaiki dengan:

Jauhi menyimpan boneka, selimut ataupun bantalan pelindung di…

Gak Cuma Pria, Wanita Juga Bisa Kena Disfungsi Seksual oleh - https://www.anaksgm.uno

Halo sahabat selamat datang di website https://www.anaksgm.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Gak Cuma Pria, Wanita Juga Bisa Kena Disfungsi Seksual, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Masyarakat mungkin sudah umum mendengar disfungsi seksual seperti impoten pada pria. Tapi tahukah kamu, kalau masalah disfungsi seksual juga bisa menyerang wanita?

Beberapa faktor seperti perubahan hormon ternyata bisa memicu atau mendorong terjadinya disfungsi seksual pada kaum hawa.

Lalu seperti apa tanda perempuan mengalami disfungsi seksual? Yuk, Kenali permasalahan disfungsi seksual pada perempuan berikut ini.

Mengenal disfungsi seksual pada perempuan

Disfungsi seksual mengacu pada masalah yang mencegah individu atau pasangan mengalami kepuasan aktivitas seksual. Sekitar 43 persen wanita dan 31 persen pria melaporkan pernah mengalami disfungsi seksual.

Siklus respons seksual secara tradisional mencakup kegembiraan (excitement), plateau, orgasme, dan resolusi. Keinginan dan gairah adalah bagian dari fase rangsangan dari respons seksual.

Disfungsi seksual dapat menyerang semua usia, meskipun lebih sering terjadi pada usia di atas 40 tahun karena sering dikaitkan dengan penurunan kesehatan akibat penuaan.

Jenis atau kategori disfungsi seksual

Disfungsi seksual sendiri ada beberapa jenisnya. Melansir Cleveland Clinic, Disfungsi seksual umumnya diklasifikasikan menjadi empat kategori:

  • Gangguan hasrat: kurangnya hasrat seksual atau minat pada seks
  • Gangguan gairah: ketidakmampuan untuk terangsang atau bergairah secara fisik selama aktivitas seksual
  • Gangguan orgasme: penundaan atau tidak adanya orgasme (klimaks)
  • Gangguan nyeri: nyeri saat berhubungan

Baca Juga : Impotensi di Usia Muda Ganggu Aktivitas Seks, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mendiagnosis disfungsi seksual pada perempuan

Untuk mendiagnosis disfungsi seksual pada perempuan, dokter kemungkinan akan memulai dengan pemeriksaan fisik dan evaluasi gejala secara menyeluruh. 

Dokter dapat melakukan pemeriksaan panggul untuk mengevaluasi kesehatan organ reproduksi dan Pap smear untuk mendeteksi perubahan pada sel-sel serviks (untuk memeriksa adanya kanker atau kondisi pra-kanker).

Dokter juga mungkin akan melakukan tes lain untuk melihat adakah faktor non-medis yang berpengaruh. Seperti mengevaluasi sikap kamu tentang seks, serta kemungkinan faktor lain yang berkontribusi.

Seperti ketakutan, kecemasan, trauma/pelecehan seksual di masa lalu, masalah hubungan, atau penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan. Semua ini akan membantu dokter memahami penyebab yang mendasari masalah dan membuat rekomendasi pengobatan secara tepat.

Baca Juga : Mengulik Manfaat Ginseng Korea, Benarkah Bisa Atasi Impotensi?

Tanda-tanda disfungsi seksual pada perempuan

Gejala disfungsi seksual pada perempuan bervariasi tergantung pada jenis disfungsi seksual yang kamu alami. Berikut ulasannya:

1. Hasrat seksual rendah

Ini melibatkan kurangnya hasrat seksual atau minat pada kamu terhadap seks. Banyak faktor yang dapat menyebabkan rendahnya hasrat pada seks.

Mulai dari perubahan hormonal, kondisi medis dan perawatan (misalnya, kanker dan kemoterapi), depresi, kehamilan, stres, dan kelelahan.

Kebosanan dengan rutinitas seksual juga dapat menyebabkan kurangnya antusiasme untuk melakukan hubungan seksual. Begitu pula faktor gaya hidup, seperti karier dan perawatan anak.

Baca Juga : Benarkah Ukuran Penis Berpengaruh Terhadap Kepuasan Seksual? Begini Penjelasannya

2. Gangguan gairah seksual

Keinginan untuk melakukan hubungan seksual mungkin ada, namun kamu merasa kesulitan untuk bergairah atau merasa terangsang. 

Bagi perempuan, ketidakmampuan untuk terangsang secara fisik selama aktivitas seksual sering kali disebabkan oleh lubrikasi vagina yang tidak mencukupi. 

Ketidakmampuan ini juga mungkin terkait dengan kecemasan atau stimulasi yang tidak memadai. 

Selain itu, para peneliti sedang menyelidiki bagaimana masalah aliran darah yang mempengaruhi vagina dan klitoris dapat menyebabkan masalah gairah.

3. Gangguan orgasme

Kamu akan mengalami kesulitan terus-menerus atau berulang dalam mencapai orgasme setelah gairah seksual yang cukup dan rangsangan berkelanjutan.

Ini dapat disebabkan oleh hambatan seksual, kurangnya pengalaman, kurangnya pengetahuan, dan faktor psikologis seperti rasa bersalah, kecemasan, atau trauma atau pelecehan seksual di masa lalu. 

Sementara, faktor lainnya adalah penggunaan obat – obatan tertentu dan penyakit kronis.

Baca Juga : Mau Tahu Fakta Soal Kehidupan Seksual Setelah Punya Anak? Yuk, Simak Selengkapnya, Moms!

4. Nyeri atau sakit saat berhubungan

Disfungsi seksual juga bisa ditandai dengan adanya gejala nyeri yang berhubungan dengan rangsangan seksual atau kontak vagina. 

Nyeri saat berhubungan dapat disebabkan oleh sejumlah masalah, termasuk endometriosis, massa panggul, kista ovarium, vaginitis, lubrikasi yang buruk, adanya jaringan parut akibat operasi, atau penyakit menular seksual.

Selain itu ada juga suatu kondisi yang disebut vaginismus, yakni kejang otot yang menyakitkan dan tidak disengaja yang mengelilingi pintu masuk vagina. 

Ini mungkin terjadi pada wanita yang memiliki ketakutan jika penetrasi akan menyakitkan dan juga mungkin berasal dari fobia seksual atau dari pengalaman traumatis sebelumnya.

Kapan harus ke dokter?

Banyak perempuan mengalami masalah dengan fungsi seksual dari waktu ke waktu.

Namun, ketika masalah terus berlanjut, hal itu dapat menyebabkan kesusahan bagi kamu dan pasangan, dan dapat berdampak negatif pada hubungan kedua belah pihak.

Jika kamu mengalami salah satu dari gejala di atas, jangan malu dan segera temui dokter untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh dan perawatan yang tepat.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar disfungsi seksual? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

Itulah tadi informasi mengenai Gak Cuma Pria, Wanita Juga Bisa Kena Disfungsi Seksual dan sekianlah artikel dari kami https://www.anaksgm.uno, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makanan yang Baik dan Tepat Dikonsumsi Saat Puasa Menurut Ahli Gizi oleh - https://www.anaksgm.uno

Halo sahabat selamat datang di website https://www.anaksgm.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Makanan yang Baik dan Tepat Dikonsumsi Saat Puasa Menurut Ahli Gizi, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaJARRAKSEHAT.COM — Bulan Ramadan tahun ini terasa begitu berbeda. Para umat Muslim menjalani puasa di tengah pandemi corona Covid-19 yang mengharuskan beribadah di rumah saja sebagai salah satu upaya menekan jumlah kasus corona.Di tengah kondisi tak menentu, jangan sampai Anda lalai mengatur asupan untuk menjaga kesehatan tubuh. Salah satu faktor penting untuk menjaga kekebalan tubuh adalah dengan menjaga konsumsi makanan dan minuman yang berkualitas dan bergizi seimbang.Bergizi seimbang berarti mengonsumsi beragam jenis makanan dengan porsi atau takaran yang tepat, tidak kurang dan tidak lebih. Ini karena tubuh membutuhkan beragam zat gizi dalam jumlah yang tepat untuk menjalankan proses metabolisme termasuk menjaga …

Tes COVID-19 Lewat Air Liur Disetujui FDA, Seefektif Tes Swab Hidung oleh - https://www.anaksgm.uno

Halo sahabat selamat datang di website https://www.anaksgm.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tes COVID-19 Lewat Air Liur Disetujui FDA, Seefektif Tes Swab Hidung, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaMajalah Farmasetika – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada hari Sabtu (14/8/2020) mengesahkan penggunaan darurat tes air liur baru dan murah untuk Covid-19 yang dapat sangat memperluas kapasitas pengujian.Tes baru, yang disebut SalivaDirect dan dikembangkan oleh para peneliti di Yale School of Public Health, memungkinkan sampel air liur dikumpulkan di wadah steril apa pun. Ini adalah proses yang jauh lebih tidak sakit seperti pada swab/usap hidung yang saat ini digunakan untuk menguji virus yang menyebabkan Covid-19, tetapi sejauh ini memberikan hasil yang sangat sensitif dan serupa. Tes, yang juga menghindari langkah kunci yang menyebabkan kekurangan reagen kimia yang digunakan dalam tes lain,…